Malam bulan oktober
Pada Petikan malam.
Rembulan telah Padam.
dalam Bayang bayang.
Nadanya yang sumbang.
mengajakku menari dengan sebaris kenangan.
Oh...Tulip
Diantara jejak-jejak yang sulit.
kau tahu kawan ???
Ada cinta tertanam disana.
diantara rintik Hujan bulan oktober
Sehelai daun mengabadikan cintanya disana.
Menghabiskan ratusan Purnama.
hanya untuk Merapikan rindunya.
Seketika kepingan-kepingan yang tiada
hadir menyapanya.
Mungkin hanya sejenak.
Bahkan malam pun Belum terlalu pekat.
Namun... ,
bayang2 telah meminta diri untuk lenyap.
dan Tertinggallah setetes Mutiara.
MeLambangkan rasa dihatinya.
Kini Malam-pun Beranjak.
Tanpa bisa membawa pergi Rindu dihatinya.
Berharap esok kan kembali.
Meski hanya sekilas bayangan ditepian senja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar