my bird

Minggu, 02 November 2014

PERNYATAAN



PERNYATAAN
Teringat disuatu pagi.
Ketika ku menahan Langkahku
Hanya untuk menunggu Mentari Datang.
Dengan Cahayanya yang terang.
Menyelaraskan langkah bersamanya.

Mentari sedikit Mengintip dicelah Bukit.
Aku melatih Langkahku Sampai Gesit.
Dan Ketika mentari tiba saatnya terbit
aku memulai langkahku berlari sengit
Wahai dunia...
Hari ini aku Katakan pada Langit Biru.
Hari ini aku Bisikkan pada Angin Berlalu
Hari ini aku Nyatakan pada Tanah Pijakanku.

Bahwa aku akan Bahagia... Hulala Hulala
Bahwa aku akan Tersenyum... He..he..he..
Bahwa aku akan Tertawa... Ha.. Ha.. Ha..
Kerikil kecil kehidupan dunia.
Tak akan menahan langkah hidupku kedepan.
Ombak besar dilautan dalam.
Tak akan menggoyahkan hati besarku.


RENUNGAN



RENUNGAN
Dalam renunganku, aku berpikir:
Haruskah aku berlari melintasi Gunung,Awan serta Lautan.
Untuk mencari jawaban dari setiap Pertanyaan dihatiku.

Ketika Masa lalu hilang menjadi kenangan yang kutinggalkan...
Ketika kesalahan besar yang telah kukecilkan...
Ketika kebenaran sejati yang ku khianati...

Masih adakah kiranya jawaban datang jika tak diundang?
Apa masih ada kebenaran hakiki yang tidak mudah dipungkiri?

MALAM TAK MENGHIRAU



MALAM TAK MENGHIRAU
Malam dikesunyiam Kelam.
Aku tahu kau tak Diam.
Kau Malam masih memiliki arti.
Meski aku belum Memahami.

Purnama Puncak Panaroma.
Suasana hatiku tak Terpengaruh olehmu.
Keadaan hati ini masih sedikit Pilu.
Namun ku hargai usahamu menghiburku.
Malam Bersuaralah Tenang...
Aku butuh jawaban Terang...
Dari setiap kehampaan jiwaku
kepada siapa harus bertanya itu???

Kau kirimkan Purnama kali ini.
Namun Aku sangat tak mengerti.
Lama sekali aku hanya memandangi.
Purnama malam Hingga menjelang Pagi.
Lihat malam...
sepertinya ia ingin pamit pulang.
Bergegas pergi ingin menghilang.
Biarlah esok aku kan mengulang.
Menanti jawabanmu agarku tenang.

KUTILANG



KUTILANG
Ada irama yang begitu Lirih terdengar.
Ada Nada2 sunyi namun terus Berbunyi.
Rintihan Melodi pun ikut menemani.

Diamlah,,,
Ini kisah Tentang suasana hati.
Mereka tak banyak Mengerti.
Hanya Bertanya Lalu pergi
.
Sekedar tahu dan berlalu.
Tanpa sedikitpun hati ingin membantu.
Biarlah aku pun tak ingin diganggu.

Tak disangka kutilang mengamatiku sendiri
Kicauannya yang menyenandungkan pagi.
Kini terus terdengar hingga sore hari ini.
Seakan ingin menyenangkan suasana hati
Wahai kutilang kau temanku hari ini.
Kedatanganmu begitu Menghiburku.
Rasa Sedihku Sirna Sejenak menjadi Haru.
Dibawah rindangnya sebuah Pohon kayu.
Menjadi Saksi Jalinan Persahabatan kau & aku.

KEADAAN MEMBINGUNGKAN



KEADAAN MEMBINGUNGKAN
Sore ketika Desisan angin Berbisik.
Daun2 kering Beterbangan Ria diudara.
Pasir yang Ringanpun tak Ketinggalan.
Awan melukiskan diri dengan Suasana hati.

Suara gemuruh Membisikkan Samar.
Namun sayang Tak cukup Terdengar.
Sekejap Lalu hilang tak Mengulang.
Kucoba Mencari untuk Memahami.
Namun Angin Sepertinya Menghalangi.
Butiran air turun Seketika Membasahi Bumi.
Tak terelakkan... Rintikkan air jatuh Pelan2
.
Aku berteriak keras pada hujan.
Hentikan...Hentikan...
Namun ia Tetap Meneruskan tak Tertahankan.
Lalu Pohon Teduhan Mencoba Menyabarkan.
Hingga hujan akhirnya Mengerti Keadaan.
Namun sudahlah...
Sore Sepertinya pergi tanpa pamit.
Seketika Malam Datang dengan membawa Pesan.
Bahwa kau harus Pulang dengan hati yg Tenang.



SYAIR CINTA DIMASA LALU



SYAIR CINTA DIMASA LALU
Ingatkah engkau Kepada Kisah kita.
Kisah dimana kita berjalan Pada sebuah Musim.
Yang didalamnya Jutaan Rasa Berjatuhan.

Tentang kita Syair Rindu.
Getarnya mampu kita rasakan.
Ketika jejak-jejak hujan Melantunkan
Dentuman daun yang Mengheningkan.
Apakah kita bisa mengingat bersama ???
Melodi rindu ketika angin Berirama Syahdu.
Lalu jejak kakiku dan kakimu Bersatu Padu.
Menyatakan bahwa dunia hanya Milik aku & kamu
.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6OjmKT7fD0NALWDioD7UQ6xscDAcdb9AMGv9kbZjm4g8QvN0B5SxN8olNGZlcvnbSjQYiBzkL5LqMLwaHZ8J5hChP-k9edCXj8Z5CkBQlsw1Pevbq0HCCqgBVgz5bGD6o_PbnRWaNssS7/s1600/SadMan.jpg

Pengikut