my bird

Minggu, 02 November 2014

HUJAN



HUJAN
Tetesan butir air dingin diLangit yang Hening.
Kini Membasahi Bumi dengan ramai.
Tanah yang terbongkah-Bongkah
Mulai merapat Rapi kedalam sisinya.

Akankah esok akan kembali seperti ini???
Wahai hujan harapan...
Tidak seharusnya kau terus bersemayam.
Tinggalkanlah kediamanmu dilangit biru

lihat jiwa yang Lelah telah kembali Pulih.
yaa... Kini dia telah kembali.
Embun kiranya telah Lebih dulu tiba.
Membawa Kabar akan kedatangannya.

Tidakkah kau dengar Kicauan Burung menyambutnya.
KeDatangannya telah ia nadakan sebelumnya.
Seakan berita gembira untuk seluruh Jiwa.
Menghidupkan jiwa-jiwa yang rapuh sebelumnya.

BAYANG PEMIMPIN



BAYANG PEMIMPIN
Wahai bayang2 diatas Singgasana Megah.
Dengarkanlah Jeritan Suara Hati lirih Merintih.
Tumpuan Kaki yang Kencang kini Memincang.
Harapan Kasih hanyalah angan yang Pedih.

Adakah Sdikit saja Tolehan KePeduliannya?
Dari Kondisi yang Mencoba Mengetuk Pintu Hati.
Ketika banyak dari mereka yang Memohon.
Banyak pula bayang2 yang Sombong.

Wahai bayang2 yang Bersembunyi Rapi.
teruslah engkau tak perduli Mati.
Jeritan Suara Lirih Hati yang Tersakiti
Kelak Terobati dengan Bayang2 Baru Sejati.

RenunganKu pagi ini.



RenunganKu pagi ini.
Ketika Kita Mengeluh Pagi ini.
" Menu makanan hari ini tidak seperti biasanya "
mereka disana berkata:
" Menu makanan pagi cukuplah air putih & roti "

Ketika Kita Mengeluh Pagi ini.
" berangkat kerja naik mobil selalu macet begini "
mereka disana berkata :
" Berangkat kerja biarlah berjalan kaki "

Ketika Kita Mengeluh Pagi ini.
" Pekerjaan menumpuk sana sini "
mereka disana berkata:
" PekerjaanKu banyak, pasti bisa selesai hari ini "

Ketika Kita Mengeluh Pagi ini
" jam makan siang telat, dimana cari makan nanti"
mereka disana berkata:
" jam makan siang istirahat untuk sholat lalu kerja lagi"

Ketika Kita Mengeluh Pagi ini.
" Sepanjang hari begitu sangat melelahkan hati "
mereka disana berkata:
" Sepanjang hari begitu nikmat krn bersyukur pada ilahi"

OH MALAM



OH  MALAM
Malam...
adalah Waktuku untuk MeRenung
adalah Kesempatanku untuk Menilai
adalah Caraku untuk Berpikir
tentang semua yang tak kau mengerti...

Malam...
DikeSunyian Kelam,
Tampak rupanya Bayangan Ramai
dari Pancaran rupaMu dalam anganku
.
Aku tak BerKesempatan Memilikimu
tak pula BerKesempatan Mencintaimu.
Rasa dihati Terkikis oleh Cara yg Tak Biasa

Dalam Malam aku MeRenung.
tentang KeLayakanku terhadapmu.
Dalam Malam aku Menilai.
KeTidakPantasanku Bersanding denganmu
Dalam Malam aku Berpikir.
Lebih baik aku berlalu pergi meninggalkanmu.

Jauh dari Bayangan Ramai itu.
aku Menyusup Lalu Menghilang.
entah kemana pergi, Pikiranku adalah Kemudi.
Arah Angin menjadi Tujuan yang tak disadari

MEMILIH MALAM



MEMILIH MALAM
Dalam malam aku berpikir tenang.
Ketika nyawa-nyawa terlelap.
Bayangan2 kesalahan menggenang.
TerlupakanKAH atau mungkin dilupakan???

Mereka...
Sekumpulan kaum malam. ,?
Keluar dari Tempatnya pelan pelan
Hanya untuk menyambung hidup
Ya... Hanya untuk itu...

Mereka yang Terlupakan.
Memilih malam untuk Mencari rizky.
ketika ketidakberdayaan MemBelenggunya.
ketika ketidakTahuan Memenjarakannya.

Mereka yang Dilupakan.
mengais dengan cermat ...
mengumpulkan dengan sabar ...
membawa pulang dengan riang ...
Sisa-sisa yang kita Telah buang.
Sisa-sia yang kita campakkan.

Bayangan kesalahan semakin menggenang.
Ketika Kehadiran mereka membuat kita lupa.
Bahwa Ajaran cinta untuk membantu bersama.
Bahwa ajaran cinta untuk menolong mereka.
Bahwa ajaran cinta untuk mengakui keberadaan mereka.

MENGEJAR WAKTU

MENGEJAR WAKTU  
KeTerpurukkan Hidup yang Menimpaku.
Membuatku ingin Mengejar Waktu.
Memaksanya Kembali kemasa Lalu
untuk bisa mengulang masa itu.

Namun Waktu begitu cepat berlalu.
nafasku terengah dalam pacuan lariku.
Semangatku tetap ingin coba Memburu.
Meraih waktu menghapus Nasib burukku
.
Lihat waktu...
Ia semakin menjauh berlari Kencang.
tak memberi kesempatan untukku Menang.
Pacuan lariku melambat Pincang.
Harapanku padanya jadi tergenang.

Wahai waktu.
Aku menyerah dengan ambisi Bodohku.
Sadarku begitu berharganya dirimu.
Menghentikan langkahku untuk mengejarmu
.
Kau waktu yang terus berlalu.
Maafkan jika Aku tak menghiraukanmu.
kau masih berada disisa sisa hidupku.
harusnya aku begitu MemPerhatikanmu.

Pengikut