my bird

Minggu, 21 Desember 2014

TULIP



TULIP
Aku teringat KeJadian disuatu sore.
Ketika angin membawaku disudut Taman.
Untaian Daun Kering seakan Mengisyaratkan
Rupanya ia ingin Menunjukkan Kawan Baru.
Seorang Kawan yang Tumbuh ditaman Sore itu.

Tulip.
Kulihatmu Diujung sambil Mengintip.
Apakah Daunmu terlihat Mengedip
.
Ternyata Tidak...
Tulip kau ceritakan Kisah Baru.
kisah yang tak Kuketahui Tentangmu
.
Rupanya Wanita itu.
Dia yang Telah Menanammu.
Merawat dengan Pupuk Kasih Sayang.
sebuah Pupuk yang kini Menghilang.
Dari Seseorang yang tak Lagi Datang.
Wahai Tulip yang Berkedip.
jalanmu masih Panjang Menanti.
Lupakanlah ia, Karena ia Takkan Kemari
cukuplah aku disini untuk Menemani.
menjadi Hiburan dan kawan sejati.

Syurga



Syurga
Wahai dunia,
Bisikkan padaku Kunci Syurga.
Aku ingin Pergi Meraihnya.
Karena aku tahu bahwa kau Fana.
Dan Semakin Lama tentu Semakin Tua.

Wahai dunia.
Kini Kau justru tutupi penglihatanku.
Hingga Begitu Samar diujung Pandangku.
Hitam dan putih tak Dapat Kumenentu
Begitu Butanya aku Karna Tipu Muslihatmu.
Namun kuteringat Sebuah Ajaran Nabi
Bahwa Syurga Tidak Mudah Dimasuki.
Tanpa sebuah Kunci yang harus Dimiliki
tiada lain berupa ikhlas hakiki Dihati ini.

Kerinduan



Kerinduan
Apakah jiwa ini Bergejolak
atau mungkin ingin Menolak.
Ketika kau datang kehidupku.
Dan masuk dalam Kisah Rasaku.

Dalam Tatapmu,,
Kutemukan sebuah Pelangi.
Yang Tidak dapat Kunikmati.
Kutemukan sebuah Lautan Hati
yang Tidak dapat Kuseberangi.
Kutemukan Sebait Nada Syahdu.
Yang Tidak dapat Kumelagu.
Inilah Rindu,
Disaat rasa Mengadu.
Namun jiwa Tertunduk Lesu.
Kaki Hanya diam Terpaku.
Karna Mata Terlanjut Bisu.

Apakah Rasa sudah Dimengerti. ???
Berjuta Hati Datang dan Pergi.
Setitik Ungkapan harus mewakili.
Bahwa Sang Hati ingin Dimiliki.

https://rinduku.files.wordpress.com/2012/12/pena-kerinduan.jpg

Gemilang kutilang



Gemilang kutilang

Lang... Gemilang.
Hari ini Sepertinya awan Tersenyum Riang.
Raut Wajah awan Tampak Putih Terang.
Pantaslah Harapan ingin KuTerbangkan.
Agar Keinginan Tidak Sekedar Angan.

Namun Kutilang,
Yang hinggap dipohon Kayu Mengintip.
Dengan Puluhan mata Berkedip-Kedip.
Dimanakah Siul Merdumu???
Mengapa Tak Kau Senandungkan???
Kutilang Tampak Ragu.
Jika Awan akan Cerah Selalu.
Namun Kupandang Langit Biru.
Berharap Hujan Tidak ikut Mengganggu.

Kisah kita




Kisah kita
Ada kisah yang tidak bisa aku NYATAkan.
Kepada Angin aku bisikkan Pesan.
Kepada Lautan aku lemparkan Tujuan.
Kepada Pasir Ringan aku titipkan Keinginan.


Mungkin sebuah Rasa.
Sesuatu yang tak Terdefinisi
tak dimengerti oleh hati ini.
Inilah sebuah Kisah.
Antara Aku dan Kamu.
kisah kita yang Takkan ada Habisnya.

Memori yang Terlupakan dulu.
Menjadi Kenangan yg Bersuara Merdu.
Cerita itu Bersenandungkan Rindu.
Keinginan Bertemu dan lebih dari itu.

Kunanti Jawaban



Kunanti Jawaban
Dalam renunganku, aku berpikir:
Haruskah aku berlari melintasi Gunung,Awan serta Lautan.
Untuk mencari jawaban dari setiap Pertanyaan dihatiku.

Ketika Masa lalu hilang menjadi kenangan yang kutinggalkan...
Ketika kesalahan besar yang telah kukecilkan...
Ketika kebenaran sejati yang ku khianati...
Masih adakah kiranya jawaban datang jika tak diundang?
Apa masih ada kebenaran hakiki yang tidak mudah dipungkiri?

Pengikut