my bird

Minggu, 21 Desember 2014

Aku disampingmu



Aku disampingmu
Sebuah KeSempurnaan yang aku Temukan.
Dari Pelupuk Matamu yang dalam Tenang.
Penuh KeDamaian dari binar-binar yang Tampak itu.
Namun Sayup KeHampaan Terkadang Muncul.
Saat Mentari Petang Bergegas menghilang.

Dimanakah KeSempurnaan yg Kulihat kemarin ???
Seperti Hilang begitu saja Tanpa ada Sisa makna.
Kau Tertunduk Rapuh dan Jatuh Tenggelam.
Apakah Penyesalan yg Kau Sedihkan?
Apakah Kerapuhan yg kau Ragukan?
atau Mungkin Kelemahan yg Kau Takutkan?

Maka katakanlah dengan Jujur !!!
Janganlah Sedih,Ragu,dan hilangkan Takut.
Karena ku kan berada disampingmu selalu.
Memberikan Warna yg memberi Makna. Menggantikan Mentari yg Hilang itu.
Menerangimu dengan Cahaya kehangatan.
Penuh Kedamaian dan Ketulusan Cinta Kasih.

TuTi (Tutup haTI)



TuTi (Tutup haTI)
Dipersimpangan jalan.
Kuperhatikan wajahmu dengan Perlahan.
Rupanya aku tak mendapatkan Jawaban.
Hanya Berkas kekecewaan tak Berkesudahan.

Dipersimpangan jalan,
Kutemukanmu Terpaku dan Membisu.
Kuharap aku dapat sedikit Membantu
Namun Hadirku hanya Menyulitkanmu.
Dipersimpangan jalan.
Kau Biarkan Hujan deras Membasahi Tubuh.
Lalu Tangisan & Teriakan Nyaring Bergemuruh.
Rupanya kekecewaan membuatmu sangat rapuh.

Mengapa harus kau TUtup haTI ???
Aku datang dan Berjanji untuk Menemani.
Namun kau justru Ubah Diri menjadi bara Api.
Yang Begitu sulit Kujamah dan Kudekati.

PEMEGANG TAKHTA



PEMEGANG TAKHTA
Wahai kau PEMILIK Mahkota Pemegang Tahta.
Lihatlah KIRI & KANANmu.
Ada Banyak Gambaran yang terselubung lagi Sembunyi.
Tak TAHUkah kau selama ini, Tertutupi atau Tak Kau URUSI ???

Mereka yg DiKIRI,,,
Duduk dengan kaki DiKursi.
Dan Tak Begitu Perduli.
Juga Tak Memberi Bukti.
Hanya Topeng Yg Mereka Gunakan
Untuk Menutupi Kedok Muka Asli.
Lihat pula.
Mereka yg DiKANAN,,,
Selalu Berdiri & Menanti
Setiap urusan datang Dengan Ikhlas hati.
Hanya untuk Menunjukkan Diri.
Bahwa Mereka Masih Cinta.
Meski Tanpa Banyak Kata.

Dan Kau Pemegang Tahta.
Lihat peraduan kiri & kananmu.
Lihat dengan Benar-Benar.
Ketika KIRImu Datang dengan Selalu Tersenyum dan Menyanjungmu itu membuatmu Senang & Bangga... Itu kah yg kau mau???
Ketika KANANmu Datang dengan Muka Letih & Lesu Memberikan Saran kemajuan, kau Anggap itu Lelucon Pahit. Bagaimana bisa ???
Kau begitu Pilih Kasih.
Kau begitu tidak Adil
kau begitu Mengecewakan.
Itu Teriakan Hati Mereka Yg Tak kau Dengar.

Ibaratkan Bara Api.
Ada yg Benar-Benar mengapi.
ada yg Membara Tapi Sekedar Mengasapi.
ada pula yg Membara Lalu Redup Kembali.
Lalu kau Pemegang Tahta?
Apa kau miskin kata-kata.
Kau hanya bisa Menyorakkan Maju & Maju.
Kau hanya bisa Menyalahkan Ini & Itu.
Tapi sedikitpun kau Tak Pernah Tahu.
Hati mereka Telah Lama Sakit & Pilu.

Karena sikapmu yg tak membuat hati damai
ada jiwa2 yg menangis dalam sunyi.
Ada teriakan menjerit yg terdengar sulit.
Rintihan ketakutan yg bersemayam
terus bersarang & menjamur lebat.
Wahai sobat kananku.
Bersabarlah dengan mimpimu.
Tunjukkan hasilmu sebagai bukti cintamu.

Biarlah...
Tak perlu kau Urusi dia yg Buta.
Tak perlu kau Hiraukan dia yg tak Tahu.
Tak usah kau Dengar ucapan mereka Tentangmu.
Tanamkan rasa Yakinmu.
Pupuklah rasa Cintamu.
Dan semailah Rasa Ikhlasmu.

kelak kau akan Menemukan Bunga itu Mekar
berdirilah dengan kokoh & Tunjukkan jiwa yg Tegar.
karena Suatu saat Sang Pemegang Tahta akan Sadar.
Bahwa KIRI tlah Pudar & KANAN kan tampak Segar.


MALAM KU



MALAM KU
Wahai malam.
Kau Menjadi Saksi Nyata.
Sebuah kejadian Fenomena Dunia.
meski kau memilih tak Bersuara.

Lihatlah...
Ada sekumpulan Kupu kupu Malam Berbaris Rapi.
Tengah mencari disetiap jalan Umpan Lelaki.
Mereka tidak salah, karena Susah mencari Rizki
Itulah gambaran kondisi Realita Tuntutan ekonomi.

Malam...
Rupanya kau memalingkan Pandangan.
Kau titikkan luapan air mata Penyesalan
kau Hadirkan Angin Kencang Tak Berkesudahan.

Malam...
Kaulah bagian dari Kisah sang Kupu-kupu malam.
Ia menunggumu dari Pagi hingga Petang menghilang.
Penantian panjang yang singkat namun menyakitkan.
Ucapan kata maaf mungkin tidak dapat mengobati luapan emosi sesaat.


Nada Tenang



Nada Tenang
Dengarkanlah Nada Tenang.
Nada yang menghayutkan jiwa.
menggoyahkan Rasa Bercampur Suka.

Senandung Melodi.
Menerawang Masuk Kehati.
Sedikit Meniti kiranya akan Berhenti.
Tidak... Ini akan terus berjalan.
Aku Menyukainya dan Menikmatinya.
Bahkan kupu-kupu yg Terbang Diangkasa.
Singgah disini hanya Utk Diam Mencermati.
Inilah Alunan Penenang Jiwa.
Nadanya sungguh Sangat berbeda.
Tinggi rendahnya begitu syahdu ditelinga
Menemani saat malam hingga kantukku tiba.

Pengikut